//
you're reading...
Articles

4 Prinsip agar menjadi guru KeKinian.

Apakah kita Guru MasaLalu atau MasaKini!

Yakin kita sudah menjadi guru kekinian?Apakah kita sama dengan guru terdahulu kita? Mungkin dari kita masih sangat ingat ketika harus menyebutkan berbagai macam karakter guru kita ketika jaman masih sekolah.

Kebiasaa Kesalahan Guru dalam Mendidik Siswa

Dimulai dari guru yang sangat baik sampai dengan guru yang sangat kejam. Masih ingat ketika kita melakukan pelanggaran disekolah lalu mendapatkan konsekuensi yang lumayan berat? Secara tidak kita sadari, guru tersebut telah memberikan pengalaman belajar yang sangat berarti dan tidak dapat dilupakan. Namun, bagaimana jika pengalaman lalu kitatersebut diaplikasikan pada pendidikan saatini? Mungkin akan banyak pihak yang taksependapat oleh kita apabila masih berlakukan hukuman (konsekuensi) secara fisik karena walau bagaimanapun, hukuman fisik tetap saja tidak diterima.

Masih teringat dengan jelas rentetan permasalahan guru yang terjadi belakangan ini. Seorang guru yang berniat sangat baik yaitu membawasiswa kemasa depan yang cerah,sering kali berakhir pada kasus-kasus bahkan harus berhadapan oleh aparat hukum. Januari 2016 seorang guru honorer di SDN Penjalin Kidul Majalengka harus berhadapan dengan aparat bahkan cenderung mengintimidasi guru tersebut karena prihal mencukur rambut siswa.

Guru saat ini seperti terbatasi dan cenderung tidak dapat ruang privasi untuk mengaplikasikan pengajaran. Walau memang betul, kekerasan bukanlah alasan yang tepat untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran yang baik.

Dengan tuntutan yang sama walau cenderung lebih besar, guru masa kini harus tetap memberikan pengalaman belajar yang berarti kepada siswa. Pengalaman belajar seharusnya dapat meliputi banyak skill dan kemampuan-kemampuan siswa. Menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dibarengi dengan persaingan global yang super ketat ini. Jadi secara tidak langsung kita mewajibkan siswa siswa masa depan kita dapat berkompetitsi secara global di masa yang akan datang. Lalu pertanyaan besar kepada kita “Sudah siapkah kita mempersiapkan mereka (Siswa-siswi) kita?

Keempat prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang digagas Jennifer Nichols tersebut dapat dijelaskan dan dikembangkan seperti berikutini:

  1. Instruction should be student-centered

Secara tidak kita sadari, seorang guru terkadang berlaku egois dalam pembelajaran. Kita sebagai guru lebih mengajarakan anak didik kitauntuk pandai mendengarkan dibandingkan berfikir dan berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Pembelajaran seharusnya berpusat pada rasa ingin tahu, lalu mulai mencari tahu, dan melakukan identifikasi apa yang telah diketahui dan melakuakan eksploari secarlebih luas dari yang telah didapatkan.

  1. Education should be collaborative.

Berkomunikasi dengan efektif dalam pembelajaran terutama ketika mendiskusikan adalah salah satu pembelajaran secara kolaboratif. Secara tidak langsung pembelajaran koloboratif dapat bertujuan:

  1. First to develop resources that empower learners

Pembelajaran ini dapat meningkatkan para siswa untuk mengembangkan materi yang ada secara bersama-sama.

  1. Second to make complex ideas accessible

Kesulitan dalam pembelajaran dapat dengan mudah terpecahkan secara kolaboratif. Banyak pendapat dan perbedaan opini yang secara tidak langsung memberikan siswa kemudahan dalam menyelesaikan pelajaran yang sulit.

  1. Third to encourage exploratory talk in the classroom.

Apakah kelas berisik itu selalu berdampak negative?ada sebuah penelitian yang menjelaskan bahwa “Talk and Thinking can work together to create new meaning” lalu bagaimana dampak ketika kita lebih mewajibkan siswa kita untuk diam dan mendengarkan

  1. Learning should have context.

Pernahkah merasa bosan untuk belajar?Atau bertanya-tanya mengapa harus belajar?Atau bahkan kita sesekali sempat kesal karena “Untuk apa sih belajar?” Mengapa harus mengajarkan anak kita belajar tanpa menghubungkan pembelajaran tersebut dengan kebutuhan mereka sehari-hari?oleh karena itu, seorang guru seharusnya dapat mengajar dengan konteks dan tujuan yang jelas. Jika tidak, timbullah pertanyaan-pertanyaan tersebut yang akan membuat siswa bertanya-tanya pada dirinya yang nanti dapat berakibat pada kebosanan, kejenuhan, dan merasa tidak pentingnya belajar bagi siswa. Itu semua akan terjadi jika kita mengajar tanpa menghubungkan pembelajaran dan bahan ajar kita kedalam kehidupan sehari-hari anak.

  1. Schools should be integrated with society

Perkembangan peserta didik kita dapat terlihat dengan jelas ketika mereka dan lingkungan dapat bersinergi dalam kegiatan-kegiatan sederhana sekolah atau lingkungan. Keterlibatan masyarakat dan sekolah dapat menjadi pembelajaran real bagi siswa (Authentic learning). Hal-hal kecil yang dapat dilakukan sekolah terhadap lingkungan sekitar ialah ikut serta dalam kegiatan masyarakat yang diadakan oleh perwakilan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya menjadi guru kekinian harus dibarengi dengan perkembangan wawasan guru terhadap dunia. Guru harus membuka mata dengan lebar bahwa tantangan murid kita jauh lebih besar di masa yang akan datang. kompetisi anak didik kita dapat berkali lipat lebih besar dari kita dahulu. oleh karena itu, diperlukannya guru-guru yang terbuka dan “aware” terhadap perkembangan zaman dan siap mempersiapkan anak pada pembelajaran abada ke-21.

By

Muhammad Abduh Al-Manar

Advertisements

About M Abduh Al-Manar

Creating fun and experienced learning in teaching EFL Students..

Discussion

Comments are closed.

April 2016
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Olympiade Science Kuark

Creating Fun and Experience Learning Activities

Blog Stats

  • 1,083 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,530 other followers

%d bloggers like this: